Herman Hale, Petani Desa Renrua Bersyukur Panen Jagung Melimpah Meski Cuaca Tak Menentu

  • KIM Desa Renrua
  • May 01, 2026
PERTANIAN

Renrua, 1 Mei 2026  - Memanfaatkan curah hujan pada musim tanam kali ini, Herman Hale, seorang petani di Desa Renrua, Kecamatan Rai Manuk Kabupaten Belu, NTT, berhasil memanen jagung dengan hasil yang melimpah. Kegiatan pasca panen berupa pemipilan jagung berlangsung pada Kamis, 1 Mei 2026.

Berdasarkan pantauan, Herman Hale tampak duduk di halaman rumahnya sedang memipil jagung yang telah kering. Sebuah baskom plastik besar di hadapannya sudah penuh terisi biji jagung pipilan berwarna kuning keemasan. Beberapa tongkol jagung masih diletakkan di atas karung bekas semen, menunggu untuk diproses.

 

Ungkapan Syukur Herman Hale

Saat ditemui, Herman Hale mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil panen kali ini. Meski kondisi cuaca selama masa tanam tidak selalu mendukung, hasil yang diperoleh tetap di luar dugaan.

“Saya merasa senang sekali. Puji Tuhan hasil panen bagus. Walaupun cuaca kadang hujan terlalu lebat, kadang panas sekali, tapi jagung tetap jadi. Ini cukup untuk makan keluarga sampai musim tanam depan,” ujar Herman sambil tersenyum dan terus memipil jagung.

Namun Beliau juga mengeluh soal tantangan pasca panen “ Yang bikin susah itu waktu jemur. Setiap kali jagung dijemur di matahari selalu hujan jadi harus cepat cepat angkat kasih masuk ke dalam rumah. Kalau tidak bisa rusak dan berjamur.“. keluhnya .

 

Proses Pasca Panen Dipipil Lalu Dijemur.

Musim hujan menjadi waktu tanam utama bagi petani di wilayah Renrua. Ketersediaan air hujan yang cukup membantu pertumbuhan tanaman jagung secara optimal. Meski tantangan seperti hama dan curah hujan berlebih tetap ada, ketekunan petani seperti Herman membuahkan hasil yang memuaskan.

Proses pasca panen dilakukan secara manual dan tradisional. Setelah dipipil, biji jagung tidak langsung disimpan. Herman menjelaskan bahwa tahap selanjutnya adalah penjemuran di bawah sinar matahari selama beberapa hari. Penjemuran ini penting untuk menurunkan kadar air pada biji jagung, sehingga jagung lebih awet, tidak mudah berjamur, dan tahan disimpan di lumbung dalam waktu lama.

Meski Demikian, proses penjemuran di musim hujan menjadi tantangan tersendiri karena hujan yang sering turun tiba tiba memaksa Herman dan keluarga sigap mengangkat jagung ke dalam rumah. 

Peralatan sederhana seperti karung bekas, baskom dan terpal menjadi wadah utama dalam menampung hasil panen sebelum dan sesudah dijemur.

 

Jagung Sebagai Penopang Ketahanan Pangan  

Bagi masyarakat Desa Renrua pada umumnya, jagung merupakan komoditas pangan pokok kedua setelah beras. Jagung menjadi bahan dasar makanan lokal seperti jagung bose dan jagung katemak. Keberhasilan panen Herman di musim hujan ini menjadi penopang penting ketahanan pangan keluarga hingga musim tanam berikutnya.

Selain untuk konsumsi rumah tangga, sebagian hasil panen biasanya dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Kisah Herman Hale di Desa Renrua ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan doa, petani mampu memperoleh hasil optimal meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu.

 

Oleh : Admin KIM Renrua